Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

ilha@iainmadura.ac.id

PkM Kolaboratif: Dosen dan Mahasiswa Prodi Ilmu Hadis Ajak Warga Tambung Kelola Aset Digital

  • Diposting Oleh Admin Web Ilmu Hadits
  • Senin, 24 Agustus 2026
  • Dilihat 47 Kali
Bagikan ke

 

PAMEKASAN – Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis UIN Madura berkolaborasi dengan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir serta Komunikasi dan Penyiaran Islam menggelar seminar edukasi "Etika Berkomunikasi dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadis di Era Digital" di Desa Tambung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Kamis (20/8). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berlangsung pukul 09.00–10.30 WIB ini mengajak warga mengelola aset digital yang mereka miliki, bukan sekadar membentengi diri dari hoax.

Kolaborasi lintas program studi ini menjadi salah satu ciri khas pelaksanaan kegiatan. Dosen dan mahasiswa Prodi Ilmu Hadis berperan dalam penguatan landasan keilmuan Al-Qur'an dan Hadis, sementara mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir serta Komunikasi dan Penyiaran Islam turut andil dalam penyusunan materi dan teknis pelaksanaan seminar, sehingga kegiatan ini menghadirkan perpaduan antara kedalaman keilmuan dan kemasan komunikasi yang aplikatif bagi warga.

Kegiatan ini mengusung pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang memetakan potensi dan kekuatan sosial yang sudah dimiliki warga sebagai titik tolak pengembangan masyarakat. Pendekatan ini berbeda dari metode konvensional yang biasanya berangkat dari persoalan kelemahan infrastruktur digital atau kerentanan warga terhadap disinformasi. Melalui ABCD, warga Desa Tambung diposisikan sebagai pemilik aset yang tinggal dioptimalkan, bukan sekadar objek yang perlu "diselamatkan" dari ancaman digital.

Pemateri seminar, Dr. H. Umar Bukhory, M.Ag., mengatakan penerapan etika komunikasi digital berbasis Al-Qur'an dan Hadis semestinya dimulai dari pertanyaan mendasar.

"Apa nilai kebaikan yang sudah kita miliki dan bagaimana kita mengoptimalkannya di media sosial?" ujarnya di hadapan peserta seminar.

Ia menjelaskan, warga didorong memanfaatkan gadget untuk memproduksi konten dakwah, mempublikasikan kearifan lokal, dan mempromosikan potensi Desa Tambung di ruang digital—bukan hanya bersikap defensif terhadap informasi negatif. Menurutnya, gadget yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sejatinya bisa menjadi sarana produktif jika dikelola dengan pemahaman yang tepat.

Meski demikian, Umar tetap membekali warga dengan kemampuan menyaring informasi. Ia menyebut prinsip tabayyun dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 6 sebagai landasan bagi setiap Muslim untuk memeriksa kebenaran berita sebelum menyebarkannya. Prinsip ini, kata dia, sejalan dengan hadis Nabi tentang kewajiban menjaga lisan dan jemari, sehingga setiap unggahan di media sosial harus dipertanggungjawabkan secara moral dan spiritual melalui prinsip qaulan sadidan, atau perkataan yang benar.

Secara teknis, ia meminta warga mewaspadai pesan berantai berjudul provokatif, memicu kepanikan, atau mendesak penerima untuk segera menyebarkannya. Warga juga diminta memeriksa sumber informasi, mewaspadai foto atau video hasil rekayasa, serta memverifikasi tanggal kejadian untuk menghindari isu lama yang diunggah ulang.

Ibu-ibu penggerak PKK dan perangkat desa disebut memegang peran strategis sebagai benteng literasi keluarga melalui mekanisme "Saring Sebelum Sharing", yang diharapkan membantu anak-anak dan lansia terhindar dari informasi palsu sekaligus memanfaatkan gadget secara produktif.

Antusiasme turut dirasakan peserta seminar. Salah seorang ibu penggerak PKK Desa Tambung mengungkapkan kesannya usai mengikuti kegiatan.

"Alhamdulillah, dari kegiatan ini kami jadi lebih paham cara memilah berita yang benar dan yang bohong sebelum dibagikan ke grup keluarga." ujar Ibu Nurulhayati.

Senada dengan itu, Carek (Sekretaris Desa) Tambung, [Nama Bapak Carek], turut menyampaikan apresiasinya.

"Kami dari perangkat desa menyambut baik kegiatan ini. Semoga ke depan bisa terus berlanjut, karena warga memang butuh pemahaman soal penggunaan media sosial yang benar.," kata Imron Maulana.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Posko 08, Syamsul Arifin, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan cara mengelola aset digital atau mencegah hoax, melainkan juga menjadi upaya edukasi kepada warga Dusun Tambung bahwa pengelolaan aset digital sangat penting, asalkan diketahui cara penggunaannya dengan benar. Ia berharap semangat ini dapat terus ditularkan dari generasi ke generasi.