Dua Mahasiswa Ilmu Hadis UIN Madura Presentasikan Kajian Karya Ulama Madura di International Conference on Hadith Studies 2026
- Diposting Oleh Admin Web Ilmu Hadits
- Kamis, 15 Oktober 2026
- Dilihat 9 Kali
Jombang, 6 Oktober 2026 – Dua mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, tampil mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam International Conference on Hadith Studies 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan bersamaan dengan Muktamar Turats Nabawi Mutun dan Annual Meeting Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA) 2026 di Ma'had Aly Hasyim Asy'ari, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Kegiatan bertaraf internasional ini dihadiri oleh presenter dari lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Yordania, Mesir, dan Nigeria. Para presenter memaparkan hasil kajian mereka di bidang hadis dan turats nabawi, sehingga forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan antarakademisi lintas negara.
Dua mahasiswa UIN Madura yang tampil adalah Syaikh S. M. Nur dan Sy. Ubaidillah AS, keduanya mahasiswa semester 7. Mereka mempresentasikan artikel berjudul "Konstruksi Arba'in Maduriyah: Otoritas Intelektual dan Konteks Sosial-Keagamaan dalam Khidmah al-Arba'in al-Maduriyah bi Syarh Hadis Khayr al-Bariyyah Karya Ahmad Ghozali MF".
Dalam presentasinya, keduanya mengangkat salah satu karya ulama Madura yang membahas hadis Nabi Muhammad saw. Kitab tersebut merupakan syarah atas empat puluh hadis pilihan yang disusun KH. Ahmad Ghozali MF. Mereka menelaah bagaimana otoritas intelektual penyusun terbangun dalam karya tersebut, serta mengkaji konteks sosial-keagamaan masyarakat Madura yang melatarbelakangi penulisannya.
Menurut keduanya, tradisi penulisan arba'in atau kumpulan empat puluh hadis telah lama berkembang dalam khazanah keilmuan Islam. Di Madura, tradisi itu hidup dan menunjukkan kekhasan, baik dari segi pemilihan hadis, metode penjelasan, maupun kedekatannya dengan kebutuhan keagamaan masyarakat setempat.
"Karya ulama Madura sangat kaya, tetapi belum banyak dikaji secara akademik. Melalui penelitian ini, kami ingin memperkenalkan bahwa ulama Madura memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan kajian hadis," ujar mereka seusai presentasi.
Keikutsertaan kedua mahasiswa dalam forum yang dihadiri peserta lima negara ini menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Hadis UIN Madura mampu berkontribusi di tingkat internasional. Forum tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, dan pegiat kajian hadis dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga pendidikan Islam.
Pengkajian karya ulama Madura juga merupakan bagian dari upaya penguatan karya ulama Madura. Hingga kini, masih banyak karya ulama Madura di bidang hadis, tafsir, fikih, tasawuf, dan keilmuan lainnya yang perlu diteliti, didokumentasikan, serta dipublikasikan. Kajian semacam ini penting agar warisan intelektual ulama Madura tidak hanya tersimpan sebagai naskah atau cetakan terbatas, tetapi juga dikenal luas oleh kalangan akademik dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan terdorong untuk menggali khazanah keilmuan lokal sebagai bagian dari tradisi Islam Nusantara. Partisipasi ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, meneliti, dan mempublikasikan gagasan ilmiah, sehingga kajian hadis di UIN Madura terus berkembang dan memberi sumbangsih bagi pelestarian warisan intelektual ulama Nusantara.